TUGAS REVIEW
BUKU
FIKIH MUAMALAH
KONTEMPORER
Disusun untuk memenuhi Tugas Mandiri Mata Kuliah:
Fiqh di Madrasah dan Sekolah
Dosen Pengampu:
Imam Mashuri,
M.Pd
Disusun oleh:
Nama : Fitri Mirbawani
Darmastuti
Nim : 2018390100758
Kelas/semester : PAI 4 A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM IBRAHIMY
GENTENG BANYUWANGI
2020
BAB I
IDENTITAS BUKU
Judul Buku : PELAJARAN AGAMA ISLAM
Pengarang : Prof. Dr. H. Hamka
Penerbit : GEMA INSANI
Cetakan : Pertama, September
2018
Tebal : xx+493
Tentang Pengarang
Buku ini dikarang oleh Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah gelar
Datuk Indomo, populer dengan nama penanya Hamka adalah seorang ulama dan
sastrawan Indonesia. Ia berkarir sebagai wartawan, penulis, sejarawan,
politikus dan pengajar. Beliau lahir di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam,
Minangkabau, Sumatra Utara 17 Februari 1908 dan wafat di Jakarta pada 24 Juli
1981.
Sebutan Buya yaitu panggilan untuk
orang Minangkabau yang berasal dari kata abuya dalam bahasa Arab yang berati
ayahku atau seorang yang dihormati. Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin
Amrullah yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor gerakan Islah
(tajdid) di Minangkabau.
Tentang Buku
Buku ini berisi tentang pemikiran Buya Hamka tentang Rukun Iman.
Buku ini mengulas
tentang bagaimana akhirnya manusia menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
besar dalam hidup, tentang bagaimana orang-orang besar yang tercatat dalam
sejarah itu dahulu berfikir adakah kekuatan yang lebih besar daripada semesta
ini, tentang bagaimana awal penciptaan itu, dan akhirnya jawaban atas
pertanyaan besar mereka tersimpul pada kalimat, benar sesuatu yang lebih besar
daripada semesta itu ada.
Buku ini juga menjelaskan secara
rinci tentang keimanan secara syariat dengan gaya pemikiran serta sudut pandang
Buya Hamka menggunakan bahasa yang mendalam. Buku ini juga menyertakan kutipan
hadits dan ayat Alquran.
BAB II
ISI BUKU
A. Manusia dan Agama
1. Yang Ada
Ada kebesaran, keajaiban, dan keindahan serta ada perubahan yang tetap.
Kehidupan manusia itu sendiri tidak dapat diceraikan dengan alam itu. Karena
itu, yang mula-mula timbul pada manusia itu adalah bahwa ada sesuatu yang
menguasai alam ini.
2. Penyelidikan Ahli-Ahli
Manakah yang terlebih dulu tumbuh di pikiran manusia terhadap adanya
Mahakuasa atau yang Yang Gaib itu? Terdapat banyak paham seperti; dinamisme,
animisme, totemisme. Semua itu tergantung bagimana kuat dan lemahnya pengajaran
Islam atau bahkan belum terjamah Islam sama sekali. Namun satu hal yang pasti,
bahwa kepercayaan terhadap Yang Mahakuasa itu telah sedia dalam bakat jiwa
manusia itu sendiri.
3. Alam Filsafat
Pada akhirnya pemikiran Filsafat
oleh para tokoh itu akhirnya tidak dapat menemui kebulatan, segala perjalanan
pemikiran itu akhirnya tertumbuk pada suatu tebing yang tidak dapat disebrangi.
Akhir filsafat itu tidak lain adalah mengumpulkan berbagai bentuk pikiran
tentang ada dan tiada.
4. Agama, Fitrah, dan Islam
Kesan pertama tentang adanya Yang
Ada adalah fitrah jiwa, diakui kemurnian dan martabat manusia dari makhluk yang
lain, dia berakal dan pendapat akal yang mula-mula ialah kepercayaan kepada
Yang Gaib. Fitrah mereka senantiasa mencari hubungan dengan Yang Menjadikannya
sampai dia berjumpa, sampai dia menyerah (Islam).
5. Iman, Akal, dan Taklid
“Tidaklah Allah menjadikan suatu
makhluk pun yang lebih mulia atasnya daripada akal”. (HR at-Tirmidzi, dengan sanad yang lemah)
“.........Apakah
sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?”.........(az-Zumar: 9).
Agama yang dikerjakan hanya karena berturut-turut (taklid) amat takut
akan ujian akal. Dia lekas sekali murka dan menuduh keluar dari agama kalau ada
orang menyatakan pikiran yang berbeda dari apa yang diterimanya dari guru dan
nenek moyangnya.
B. Dari Sudut Mana
Mencari Tuhan
1. Seni
Keindahan dan Seni
Jiwa memiliki 3 sudut yang penting di dalam menghubungkan diri dengan alam; pertama perasaan, pikiran, dan kemauan. Apabila kita cenderung ke dalam seni ( estetika ) cobalah rasai adanya Allah di dalam keindahan alam.
2. Pikiran, Ilmu, dan Filsafat
Teori "relatif" Einstein, bagi orang beriman menambah lagi imannya bahwa kekuasaan mutlak terletak di tangan Tuhan. Apa yang selama ini diajarkan di dalam agama, akan dibenarkan oleh ilmu pengetahuan.
3. Apakah Hidup Itu?
"Apakah hidup itu?" Dari mana datangnya dan bagaimana kesudahannya?
4. Jalan Tasawuf
Jalan tasawuf adalah menghendaki suatu bakat istimewa yang dengan akal biasa dan ilmu sebab-akibat tidak dapat menerimanya, tetapi sulit membantahnya.
5. Tuntunan Fitrah
Suci bersihlah pendirian hidup itu dari pengaruh yang lain. Hanya Allah semata yang menjadi pusat tujuan hidup.
6. Tauhid
Menyatakan kepercayaan, tidak terpecah kepada yang lain, alam semesta ini diatur oleh satu pengatur, menurut satu aturan.
Jiwa memiliki 3 sudut yang penting di dalam menghubungkan diri dengan alam; pertama perasaan, pikiran, dan kemauan. Apabila kita cenderung ke dalam seni ( estetika ) cobalah rasai adanya Allah di dalam keindahan alam.
2. Pikiran, Ilmu, dan Filsafat
Teori "relatif" Einstein, bagi orang beriman menambah lagi imannya bahwa kekuasaan mutlak terletak di tangan Tuhan. Apa yang selama ini diajarkan di dalam agama, akan dibenarkan oleh ilmu pengetahuan.
3. Apakah Hidup Itu?
"Apakah hidup itu?" Dari mana datangnya dan bagaimana kesudahannya?
4. Jalan Tasawuf
Jalan tasawuf adalah menghendaki suatu bakat istimewa yang dengan akal biasa dan ilmu sebab-akibat tidak dapat menerimanya, tetapi sulit membantahnya.
5. Tuntunan Fitrah
Suci bersihlah pendirian hidup itu dari pengaruh yang lain. Hanya Allah semata yang menjadi pusat tujuan hidup.
6. Tauhid
Menyatakan kepercayaan, tidak terpecah kepada yang lain, alam semesta ini diatur oleh satu pengatur, menurut satu aturan.
C. Allah SWT
1. Wujud
Dialah Yang Mahamulia dari Dzat Yang Mahasuci, yang kita percayai dan kita beramal berusaha karena-Nya.
1. Wujud
Dialah Yang Mahamulia dari Dzat Yang Mahasuci, yang kita percayai dan kita beramal berusaha karena-Nya.
Empat Dalil
Dalil pertama: manusia telah ada dalam dunia. Namun manusia mengakui bahwa dia terjadi bukan karena kehendaknya.
Dalil kedua: manusia tidak dapat meniru ciptaan Tuhan.
Dalil ketiga: dalil peraturan dan pemeliharaan, dalamkan sedikit lagi renungan tentang gerak alam itu, mengapa matahari tidak pernah terjatuh? Mengapa bintang tidak pernah berkisar? Semua yang terjadi tidak lain adalah membuktikan bahwa "Tuhan Ada".
Dalil keempat: tidak syak lagi bahwa kewujudkan setiap kita ke muka bumi ini adalah mempunyai permulaan.
2. Filsuf dan Kepercayaan kepada Tuhan
Filsuf lama itu menamai Allah ialah "Pembuat", "Pencipta", "Akal Pertama", "Wajibul Wujud", "Sebab dari Segala Sebab", "Penggerak yang Tiada Bergerak", "Puncak Cita".
3. Tuhan Ada
Mengetahui akan Allah menjadi pokok pangkal segala pengetahuan dan yang paling dulu masuk dalam paham kita.
4. Dialah Yang Dahulu
Al-Qidam diartikan "dahulu tidak berpemulaan" tidak ada berpemulaan tidak dapat digambarkan oleh akal waras bahwa ada pula yang dulu darinya.
5. Dialah yang Akhir
Allah kekal selama-lamanya. Dia bukanlah tubuh, bagaimana Dia akan mati. Dia bukanlah madah, materi, bagaimana Dia akan hancur. Dia tetap dan kepada-Nyalah segala sesuatu akan kembali.
6. Tak Ada Sesuatu yang Menyerupainya
Bagaimana akan sama sifat yang dipunyai oleh Dzat Yang Mahabesar dengan sifat yang dipunyai dzat yang terjadi hanyalah karena izin dari Yang Mahabesar itu.
7. Kaya ( Berdiri Sendirinya )
Ucapan puji-puja, tasbih dan tahmid yang diserukan oleh seorang hamba yang saleh dan warak ataupun kejahatan dan kedurjanaan hamba Allah yang mendurhaka kepada-Nya tidak akan menambah kekayaan yang penuh itu dan tidak pula menguranginya.
8. Wahdaniyah ( Keesaan yang Mutlak )
"Katakanlah ( Muhammad ), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. ( Allah ) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia". ( al-Ikhlaash: 1-4 )
9. Syirik
Kalau kita telah menghormati sesama manusia melebihi atau menyamai hormat kita dengan Allah. Apabila hati telah memuja sesuatu hingga samar pujaan terhadap Allah, hati-hatilah karena ini sudah tiba namanya di ambang pintu syirik.
10. Membesarkan Kubur dan Tawasul
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Dahulu saya larang kamu menziarahi kubur. Sekarang ziarahilah karena dianya akan menambah peringatan akan mati".
( HR. Muslim dari Buraidah )
11. Tawasul dan Wasilah
"Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah ( jalan ) untuk mendekatkan diri kepada-Nya,...". ( al-Maidah: 35 )
12. Qudrat dan Iradat
Segala gerak dan diam yang terjadi dalam alam ini adalah bekas Qudrat Ilahi. Qudrat diiringi oleh Iradat. Apa yang telah dijadikan Tuhan dan apa yang akan Dia jadikan, susunan dan aturan terangkatnya langit dan terkhatamnya adalah Iradat ( kehendak-Nya ).
13. Hikmat
Hikmat yakni kebijaksanaan Yang Mahatinggi. Bentuk tubuh manusia, rezeki, naik dalam perjuangan hidup atau hina sekalipun, sekali-kali bukan terjadi dengan tidak beraturan. Alam ini ditunjukkan kepada suatu aturan kepada suatu aturan raya yang amat halus, sambung menyambung dari sebab dan akibat. Semua menurut "sunatullah" tidak ada kekuasaan pada langit dan bumi serta manusia untuk menentang.
Dalil pertama: manusia telah ada dalam dunia. Namun manusia mengakui bahwa dia terjadi bukan karena kehendaknya.
Dalil kedua: manusia tidak dapat meniru ciptaan Tuhan.
Dalil ketiga: dalil peraturan dan pemeliharaan, dalamkan sedikit lagi renungan tentang gerak alam itu, mengapa matahari tidak pernah terjatuh? Mengapa bintang tidak pernah berkisar? Semua yang terjadi tidak lain adalah membuktikan bahwa "Tuhan Ada".
Dalil keempat: tidak syak lagi bahwa kewujudkan setiap kita ke muka bumi ini adalah mempunyai permulaan.
2. Filsuf dan Kepercayaan kepada Tuhan
Filsuf lama itu menamai Allah ialah "Pembuat", "Pencipta", "Akal Pertama", "Wajibul Wujud", "Sebab dari Segala Sebab", "Penggerak yang Tiada Bergerak", "Puncak Cita".
3. Tuhan Ada
Mengetahui akan Allah menjadi pokok pangkal segala pengetahuan dan yang paling dulu masuk dalam paham kita.
4. Dialah Yang Dahulu
Al-Qidam diartikan "dahulu tidak berpemulaan" tidak ada berpemulaan tidak dapat digambarkan oleh akal waras bahwa ada pula yang dulu darinya.
5. Dialah yang Akhir
Allah kekal selama-lamanya. Dia bukanlah tubuh, bagaimana Dia akan mati. Dia bukanlah madah, materi, bagaimana Dia akan hancur. Dia tetap dan kepada-Nyalah segala sesuatu akan kembali.
6. Tak Ada Sesuatu yang Menyerupainya
Bagaimana akan sama sifat yang dipunyai oleh Dzat Yang Mahabesar dengan sifat yang dipunyai dzat yang terjadi hanyalah karena izin dari Yang Mahabesar itu.
7. Kaya ( Berdiri Sendirinya )
Ucapan puji-puja, tasbih dan tahmid yang diserukan oleh seorang hamba yang saleh dan warak ataupun kejahatan dan kedurjanaan hamba Allah yang mendurhaka kepada-Nya tidak akan menambah kekayaan yang penuh itu dan tidak pula menguranginya.
8. Wahdaniyah ( Keesaan yang Mutlak )
"Katakanlah ( Muhammad ), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. ( Allah ) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia". ( al-Ikhlaash: 1-4 )
9. Syirik
Kalau kita telah menghormati sesama manusia melebihi atau menyamai hormat kita dengan Allah. Apabila hati telah memuja sesuatu hingga samar pujaan terhadap Allah, hati-hatilah karena ini sudah tiba namanya di ambang pintu syirik.
10. Membesarkan Kubur dan Tawasul
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Dahulu saya larang kamu menziarahi kubur. Sekarang ziarahilah karena dianya akan menambah peringatan akan mati".
( HR. Muslim dari Buraidah )
11. Tawasul dan Wasilah
"Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah ( jalan ) untuk mendekatkan diri kepada-Nya,...". ( al-Maidah: 35 )
12. Qudrat dan Iradat
Segala gerak dan diam yang terjadi dalam alam ini adalah bekas Qudrat Ilahi. Qudrat diiringi oleh Iradat. Apa yang telah dijadikan Tuhan dan apa yang akan Dia jadikan, susunan dan aturan terangkatnya langit dan terkhatamnya adalah Iradat ( kehendak-Nya ).
13. Hikmat
Hikmat yakni kebijaksanaan Yang Mahatinggi. Bentuk tubuh manusia, rezeki, naik dalam perjuangan hidup atau hina sekalipun, sekali-kali bukan terjadi dengan tidak beraturan. Alam ini ditunjukkan kepada suatu aturan kepada suatu aturan raya yang amat halus, sambung menyambung dari sebab dan akibat. Semua menurut "sunatullah" tidak ada kekuasaan pada langit dan bumi serta manusia untuk menentang.
14. Al-Hayat
Al-Hayat pada Allah adalah Hayat Yang Mahasempurna, tidak ada yang lebih sempurna dari semua kehidupan. Dialah seluruh hidup dan Dialah yang menganugerahkan hidup kepada segenap yang hidup.
15. Al Ilmu
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ilmu Allah tidak di dahului yang jahil. Tidak pernah lalai, lupa, dan tidak mungkin berlain dengan kejadian. Ilmu-Nya meliputi akan yang kemarin, yang sekarang, dan yang kelak kemudian hari. Ilmu-Nya meliputi yang akan lahir dan batin. Ilmu-Nya meliputi hidup kini ( dunia ) dan hidup nanti ( akhirat ).
16. As-Sama & Bashar
Sampaikanlah permohonanmu dalam bahasa apa pun, walaupun bersamaan denganmu ada pula orang lain yang sedang bermohon. Walaupun tidak pernah terputus shalat dan doa dalam alam ini setiap saat dan setiap waktu karena bumi masih tetap mengelilingi matahari dan bila pun hendak kau sampaikan permohonan itu, tidaklah ada halangannya.
17. Al-Kalam
"Katakanlah ( Muhammad ), seandainya lautan menjadi tinta untuk ( menulis ) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai ( penulisan ) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu ( pula )". ( al-Kahf: 109)
18. Asmaul Husna
"Berkata Rasulullah saw., "Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama yaitu seratus kurang satu; barang siapa yang menghitungnya mestilah akan masuk surga".
19. Mengenal Tuhan dengan Mengenal Sifatnya
Dengan insaf akan kelemahan diri kita manusia, dalam kehidupan yang terbatas ini, dapatlah kita mengenal akan kekuatan Tuhan dan Dialah yang sebenar hidup, yang kekal, yang abadi.
20. Mencari Tuhan dalam Keindahan Alam
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda ( kebesaran Allah ) bagi orang yang berakal, (yaitu)8 orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ( seraya berkata ), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka". ( Ali-Imran: 190-191)
D. Percaya Kepada Yang Gaib
1. Pokok Pertama Kepercayaan
Kepercayaan kepada alam yang gaib di samping alam nyata ini adalah termasuk pokok kepercayaan agama. Kalau tidak ada kepercayaan kepada yang gaib, bukanlah agama namanya.
2. Keterangan Agama tentang yang Gaib
"Dan mereka bertanya kepadamu ( Muhammad ) tentang ruh. Katakanlah, ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit". ( al-Israa: 85 )
3. Banyak yang Gaib
Banyak perkara gaib di dalam alam ini, tetapi aljabar, ilmu ukur, dan ilmu pastilah tidak dapat menangkap dan memperhitungkannya.
4. Malaikat
Alquran dan sabda Nabi Muhammad saw. memberi petunjuk tentang adanya yang gaib bernama malaikat. Dia adalah tenaga-tenaga yang diperintah Allah mengerjakan beberapa tugas tertentu. Adapun beberapa malaikat itu
1. Jibril
2. Mikail
3. Izrail
4. Israfil
5. Raqib & Atid
6. Munkar & Nakir
9. Malik
10. Ridwan
E. Percaya Kepada Kitab-Kitab
1. Arti Kitab
Kitab mempunyai 2 arti:
1. Perintah
2. Tulisan di atas kertas dan biasanya dijadikan
Bagi kitab suci, arti pertamalah yang dipakai.
Dalam Alquran disebutkan beberapa Nabi yang menerima kitab, adapun kitab tersebut adalah:
1. Taurat diturunkan kepada Nabi Musa.
2. Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud.
3. Injil diturunkan kepada Nabi Isa.
4. Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
2 Alquran atau Alfurqon
Sebagai penutup dari keempat kitab. Alquran artinya bacaan, Alfurqon artinya pemisah di antara benar dan salah, pemisah antara terang dan gelap.
3. Alquran Penutup Segala Kitab
Alquran adalah penutup dari segala kitab. Isi segala kitab yang lalu telah tersimpul di dalamnya, dengan memegang pokok Alquran itu dengan sendirinya terpegang juga kitab-kitab yang terdahulu.
4. Mukjizat Alquran
Mukjizat artinya perkara yang merobek apa yang berlaku menurut kebiasaan. Tidak dapat ditiru dan tidak dapat diukur dengan hukum sebab akibat.
5. Alquran terpelihara
Alquran akan terpelihara keasliannya hingga hari kiamat.
1. Arti Kitab
Kitab mempunyai 2 arti:
1. Perintah
2. Tulisan di atas kertas dan biasanya dijadikan
Bagi kitab suci, arti pertamalah yang dipakai.
Dalam Alquran disebutkan beberapa Nabi yang menerima kitab, adapun kitab tersebut adalah:
1. Taurat diturunkan kepada Nabi Musa.
2. Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud.
3. Injil diturunkan kepada Nabi Isa.
4. Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
2 Alquran atau Alfurqon
Sebagai penutup dari keempat kitab. Alquran artinya bacaan, Alfurqon artinya pemisah di antara benar dan salah, pemisah antara terang dan gelap.
3. Alquran Penutup Segala Kitab
Alquran adalah penutup dari segala kitab. Isi segala kitab yang lalu telah tersimpul di dalamnya, dengan memegang pokok Alquran itu dengan sendirinya terpegang juga kitab-kitab yang terdahulu.
4. Mukjizat Alquran
Mukjizat artinya perkara yang merobek apa yang berlaku menurut kebiasaan. Tidak dapat ditiru dan tidak dapat diukur dengan hukum sebab akibat.
5. Alquran terpelihara
Alquran akan terpelihara keasliannya hingga hari kiamat.
F. Percaya
Kepada Rasul-Rasul
1. Kesatuan Umat Manusia
Pandangan Islam terhadap manusia adalah bahwasanya manusia adalah satu. Perlainan daerah, bumi tempat mereka berdiam, bahasa, warna kulit bukanlah soal.
1. Kesatuan Umat Manusia
Pandangan Islam terhadap manusia adalah bahwasanya manusia adalah satu. Perlainan daerah, bumi tempat mereka berdiam, bahasa, warna kulit bukanlah soal.
2. Kepercayaan Kepada Nabi dan Rasul
Nabi dan Rasul diutus untuk mengingatkan manusia akan nilai hidupnya dan tugasnya di alam. Oleh sebab itu dalam Islam kepercayaan terhadap Nabi dan Rasul merupakan rukun iman.
3. Nabi dan Mukjizat
Nabi diberikan mukjizat untuk membuktikan bahwa mereka memang dipilih oleh Allah untuk menjadi utusan-Nya.
4. Wali dan Keramat
Apabila Nabi memiliki mukjizat, maka para Wali memiliki Keramat. Ada sebuah cerita bahwa seorang Wali setiap hari Jumat selalu thawaf dan shalat di Masjidil Haram walaupun beliau berdiam di rumah. Cerita seperti ini hendaklah diterima pula sebab telah dimasukkan menjadi tambahan ilmu Kalam tentang mukjizat para Nabi.
5. Wahyu
Wahyu artinya bisikan halus yang dibisikkan kepada telinga sehingga yang dibisiki itu paham apa yang dimaksud oleh yang membisiki yang dalam syarak; ditentukan artinya yaitu pengetahuan yang diberikan oleh Allah kepada para Nabi.
6. Di antara Nubuat dan Kebesaran
Nabi dan Rasul memang orang-orang besar, tetapi mereka berbeda dengan orang besar yang lain. ( Orang-orang besar yang terkenal dalam dunia itu tidak kurang yang ditimpa penyakit jiwa. Ada yang kena penyakit yang dinamai homoseksual, tidak suka kepada perempuan, atau sangat keras sentimentalnya, menangis tersedu-sedu, tertawa terbahak-bahak, atau gila hormat, membangga dengan bintang-bintang yang tersemat di dada.
Membengah hidungnya melihat parade
atau defile tentara yang berbaris memberi hormat kepadanya. Ada yang pendendam,
ada yang seakan-akan gila dengan satu hobi, suatu kesukaan, misalnya memelihara
burung, mengumpulkan bermacam-macam anjing, atau digantikan setiap malam perempuan
lacur yang akan meladeni nafsunya. Ada yang takut melihat tikus, takut melihat
katak walaupun dia jenderal yang gagah berani di medan perang. Oleh karena itu
bukan hal biasa kalau kehidupan orang besar terbagi menjadi dua, yakni terbuka
dan tertutup.
Sedangkan orang yang telah dipilih menjadi nabi dan utusan Tuhan senantiasa jiwa itu dibersihkan dan disucikan dengan berbagai latihan hidup ataupun ibadah hingga hatinya kian lama kian bersih.
7. Puncak Ke-Rasulan
Puncak kebesaran para nabi dan utusan sampai pada diri Nabi Muhammad saw; rasul yang membawa Risalat Uzhma ke dalam alam ini.
8. Tak Ada Nabi Sesudah Muhammad
Tak ada lagi Nabi sesudah Muhammad saw. dan tidak ada rasul atau nabi yang membawa syariat baru. Demikian kepercayaan seluruh umat sejak Alquran di turunkan.
Sedangkan orang yang telah dipilih menjadi nabi dan utusan Tuhan senantiasa jiwa itu dibersihkan dan disucikan dengan berbagai latihan hidup ataupun ibadah hingga hatinya kian lama kian bersih.
7. Puncak Ke-Rasulan
Puncak kebesaran para nabi dan utusan sampai pada diri Nabi Muhammad saw; rasul yang membawa Risalat Uzhma ke dalam alam ini.
8. Tak Ada Nabi Sesudah Muhammad
Tak ada lagi Nabi sesudah Muhammad saw. dan tidak ada rasul atau nabi yang membawa syariat baru. Demikian kepercayaan seluruh umat sejak Alquran di turunkan.
G. Percaya
Kepada Hari Akhirat
1. Adakah Hidup Sesudah Hidup Yang Sekarang
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Sabiin. Siapa saja ( di antara mereka ) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati". ( al-Baqarah: 2 : 62 )
2. Beberapa Tanda yang Terkenal
A. Turunnya Kembali Nabi Isa
Bilamana telah dekat masanya, menurut hadits syahid dari Nabi Muhammad SAW akan tampak beberapa tanda, satu di antaranya adalah turunnya Nabi Isa ke bumi ini.
B. Dajjal
Nabi juga menerangkan bahwa tanda kiamat telah ialah kemunculan Dajjal. Dajjal ialah pembohong besar, seorang yang cacat sebelah matanya, cerdik dalam hal keburukan, penipu, ada tanda kafir pada keningnya, dan amat maju pengetahuannya tentang alam. Akan banyak orang yang tertipu oleh kemajuan pengetahuannya itu sehingga menyangka ialah tuhan. Dia mempunyai neraka dan surga sendiri, yang mana itu adalah tipu daya semata.
C. Matahari Terbit dari Barat
Matahari akan terbit dari barat! Demikianlah kata sebuah hadits. Saat matahari telah terbit dari barat maka tidak akan diterima semua taubat. Serta kemunculan Yakjuj Makjuj.
D. Keluar Binatang
Tersebut pula dalam hadits Nabi SAW bahwa seekor binatang dahsyat dan ngeri akan keluar dari perut bumi.
1. Adakah Hidup Sesudah Hidup Yang Sekarang
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Sabiin. Siapa saja ( di antara mereka ) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati". ( al-Baqarah: 2 : 62 )
2. Beberapa Tanda yang Terkenal
A. Turunnya Kembali Nabi Isa
Bilamana telah dekat masanya, menurut hadits syahid dari Nabi Muhammad SAW akan tampak beberapa tanda, satu di antaranya adalah turunnya Nabi Isa ke bumi ini.
B. Dajjal
Nabi juga menerangkan bahwa tanda kiamat telah ialah kemunculan Dajjal. Dajjal ialah pembohong besar, seorang yang cacat sebelah matanya, cerdik dalam hal keburukan, penipu, ada tanda kafir pada keningnya, dan amat maju pengetahuannya tentang alam. Akan banyak orang yang tertipu oleh kemajuan pengetahuannya itu sehingga menyangka ialah tuhan. Dia mempunyai neraka dan surga sendiri, yang mana itu adalah tipu daya semata.
C. Matahari Terbit dari Barat
Matahari akan terbit dari barat! Demikianlah kata sebuah hadits. Saat matahari telah terbit dari barat maka tidak akan diterima semua taubat. Serta kemunculan Yakjuj Makjuj.
D. Keluar Binatang
Tersebut pula dalam hadits Nabi SAW bahwa seekor binatang dahsyat dan ngeri akan keluar dari perut bumi.
H. Percaya
Kepada Takdir Qadha & Qodhar
1. Rukun Iman Keenam
Ringkasan kepercayaan ini ialah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam alam ini atau terjadi pada diri kita manusia sendiri, buruk dan baik, naik dan jatuh, senang dan sakit, dan segala gerak-gerik hidup kita, semuanya tidaklah lepas dari "takdir" atau ketentuan Ilahi. Tidak lepas dari qadar, artinya jangka yang telah tertentu dan qadha artinya ketentuan.
2. Ayat-Ayat Takdir dan Ikhtiar
A. Ayat Takdir
"Tetapi kamu tidak mampu ( menempuh jalan itu ), kecuali apabila dikehendaki Allah.. " (al-Insaan: 30 )
B. Ayat Ikhtiar
"... Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri... " ( ar-Raad: 11 )
3. Lari Kepada Takdir
Kebangkitan Islam itu sebagian besar adalah karena kepercayaan kepada takdir.
4. Segala Sesuatu dengan Takdir
"Mengapa ada perbedaan hidup? Ada yang dapat kedudukan tinggi ada yang rendah. Ada buruh ada majikan! Adakah ini adil?"
Jawabnya, hidup yang tidak ada pembagian pekerjaan adalah suatu hidup yang tidak ada keadilan.
1. Rukun Iman Keenam
Ringkasan kepercayaan ini ialah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam alam ini atau terjadi pada diri kita manusia sendiri, buruk dan baik, naik dan jatuh, senang dan sakit, dan segala gerak-gerik hidup kita, semuanya tidaklah lepas dari "takdir" atau ketentuan Ilahi. Tidak lepas dari qadar, artinya jangka yang telah tertentu dan qadha artinya ketentuan.
2. Ayat-Ayat Takdir dan Ikhtiar
A. Ayat Takdir
"Tetapi kamu tidak mampu ( menempuh jalan itu ), kecuali apabila dikehendaki Allah.. " (al-Insaan: 30 )
B. Ayat Ikhtiar
"... Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri... " ( ar-Raad: 11 )
3. Lari Kepada Takdir
Kebangkitan Islam itu sebagian besar adalah karena kepercayaan kepada takdir.
4. Segala Sesuatu dengan Takdir
"Mengapa ada perbedaan hidup? Ada yang dapat kedudukan tinggi ada yang rendah. Ada buruh ada majikan! Adakah ini adil?"
Jawabnya, hidup yang tidak ada pembagian pekerjaan adalah suatu hidup yang tidak ada keadilan.
BAB III
KESIMPULAN
B
LAMPIRAN 1
Komentar
Posting Komentar